Peneliti Temukan Perban Elektronik Untuk Sembuhkan Luka Diabetes

Peneliti Temukan Perban Elektronik Untuk Sembuhkan Luka Diabetes

Ilustrasi perban unsplash

 

Reviens.is, Jakarta - Peneliti Mayo Clinic dan Washington State University, menemukan perban elektronik yang disinyalir dapat menyembuhkan luka lebih cepat ketimbang perban pada umumnya. 

 

Hal tersebut dipresentasikan pada pertemuan American Society for Microbiology (ASM) yang berlangsung di Washington, D.C, di Amerika Serikat. 

 

Pada uji coba kali ini, peneliti membuat luka pada tikus, kemudian menginfeksikannya  dengan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) untuk membentuk bakteri biofilm.

 

Setelah luka tersebut terinfeksi, peneliti kemudian menggunakan perban elektronik untuk mengobati luka tersebut.  Alhasil, perban tersebut mampu menyembuhkan luka lebih cepat dan mengurangi bakteri biofilm hingga 99 persen. 

 

Pada umumnya bakteri biofilm dapat berkembang cepat melawan efek pengobatan antibiotik, hal ini yang menyebabkan para penderita luka sulit diobati dengan pengobatan antibiotik berkepanjangan. 

 

Peneliti Senior Mayo Clinic, Dr. Raval menjelaskan kehadiran biofilm pada luka juga menunda penyembuhan, terutama pasien yang berusia lebih tua dan penderita diabetes. 

 

“Infeksi luka sering terjadi dan sulit diobati, oleh karena itu penting untuk mengembangkan strategi, teknologi, dan rejimen pengobatan baru yang tidak bergantung pada antibiotik,” kata Dr. Raval dikutip dari situs American Society for Microbiology, Minggu 19 Juni 2022.

 

Perban tersebut juga mampu memproduksi hidrogen peroksida dengan sifat listrik yang mampu mempercepat menyembuhkan luka, karena pada umumnya masyarakat selama ini masih menggunakan larutan hidrogen peroksida. 

 

Padahal, penggunaan larutan hidrogen peroksida  untuk pengobatan luka bersifat tidak stabil secara kimiawi, hal itu juga yang menyebabkan penyembuhan luka menjadi lama. 

 

“Secara khusus, kami telah mengembangkan dan memeriksa sifat antibakteri dari jenis perban baru yang terus menerus menghasilkan hidrogen peroksida,”  Dr. Raval mengakhiri.