Para Pencari Ikan, Meraup Untung Dari Banjir

Para Pencari Ikan, Meraup Untung Dari Banjir

Reviens.id, Palangka Raya - Banjir akibat luapan anak sungai Katingan di Kalimantan Tengah dijadikan warga sebagai tempat mencari ikan dadakan yang langsung dijual di tempat.

Para pencari ikan dadakan terdiri dari berbagai macam profesi, yakni petani, buruh bahkan ada yang berstatus sebagai seorang pegawai negeri sipil. Bagi warga setempat, kegiatan ini sudah menjadi tradisi jika banjir besar datang.

Sementara ikan yang dijual bervariasi antara Rp10-50 ribu per kilonya, tergantung jenis ikan. Salah satu pencari ikan dakakan, Dino Tutang mengatakan bencana banjir yang melanda Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah justru menjadi berkah bagi warga karena dapat meraup keuntungan dari hasil penjualan ikan.

"Kami sebagai warga Kasongan, rasanya jika banjir seperti ini sudah menjadi tradisi tiap tahun, kalau banjir besar kami bisa mengumpulkan ikan dan dijual untuk masyarakat juga," ujar Dino Tutang, salah satu pencari ikan, Senin (12/9/2022).

Tradisi ini mengundang para pengendara yang melintasi jalan transkalimantan untuk membeli ikan yang dijajakan para penjual ikan dadakan. Bahkan salah seorang pembeli Mahmudah mengatakan harga jual ikan di tempat pencarian ikan dadakan lebih murah dibandingkan harga di pasar.

"Ini harganya Rp10 ribu, kalau di pasar segini ada yang Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilonya, mending beli di tempat pencari ikan langsung dari pada beli di pasar," Mahmudah mengakhiri.

Namun banjir tetaplah banjir, pemerintah daerah perlu mencari jalan keluar agar banjir tak menjadi tradisi, sehingga aktivitas warga tidak terganggu.