5 Fakta Pembangunan Tol Cilacap-Yogyakarta yang Mulai Kaji Amdal

5 Fakta Pembangunan Tol Cilacap-Yogyakarta yang Mulai Kaji Amdal

Reviens.id, Purworejo - Guna memenuhi tahapan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam rencana pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta yang akan melalui beberapa wilayah selatan Kabupaten Purworejo, maka diadakan kegiatan Forum konsultasi publik mengenai pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta, selasa (23/08/22).

Kegiatan yang dipusatkan di gedung Jati Indah, Bayan, Kabupaten Purworejo dibuka oleh Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho mewakili Sekda Kabupaten Purworejo. Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Wiyoto Harjono, Ketua Tim Penyusun Amdal Fauziah Hernawati, sejumlah OPD terkait, 56 Kepala Desa dan perwakilan warga terdampak. 

 

1. Skema pengembangan Infastrutur

Anggit Wahyu Nugroho mengatakan, rencana pengembangan jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta merupakan skema pengembangan infrastruktur jalan, dan sebagai langkah integrasi sistem jaringan berdasarkan prakiraan potensi pertumbuhan pergerakan di masa mendatang. 

"Pengembangan jaringan jalan tol yang diprakarsai oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Kementrian PUPR RI diperkirakan memiliki Panjang 121,754 Km dan melewati Kab. Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo. Jalan tol ini nantinya akan terkoneksi langsung dengan rencana ruas Jalan Tol Gedebage (Bandung)-Tasikmalaya-Cilacap dan ruas Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bandara NYIA di Kulonprogo", ujarnya.

 

2. Tak Hanya Berdampak Positif, Juga Dampak Lainnya

Menurutnya, salah satu dampak positif jalan ini akan berfungsi sebagai alternatif jalan arteri primer yang menghubungkan antar kota/daerah dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan lebih efisien dibandingkan ruas jalan eksisting antar kota dari Cilacap menuju Purworejo dan daerah sekitarnya. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.

Tetapi disamping dampak positif lanjut Anggita, tentu ada dampak lain yang harus kita antisipasi dengan adanya pembangunan jalan tol ini. Oleh karena itu diperlukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). "Saran, Pendapat dan Tanggapan Masyarakat perlu disampaikan sebagai masukan dalam pengisian Formulir Kerangka Acuan", tambahnya.

 

3. Tahap Penyusunan Kerangka Acuan Amdal

Sementara itu Fauziah Hernawati mengatakan, ini sedang tahap penyusunan kerangka acuan Amdal Tahapan Pelingkupan untuk mengidentifikasi semua dampak potensial yang diprakirakan akan terjadi akibat dari rencana pembangunan Jalan Tol tersebut. 

 

"Sosialisasi dan koordinasi intensif pada tahap ini diharapkan dapat memberikan informasi secara baik dan terpenuhinya aspek legalitas, perizinan serta apresiasi positif dari berbagai pihak guna lebih memperlancar terlaksananya kegiatan", ujarnya.

 

4. Wilayah Terdampak Tol Cilacap-Yogyakarta

Dijelaskannya, wilayah yang terdampak pembangunan tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Purworejo meliputi 7 Kecamatan dan 56 Desa. Adapun rinciannya yaitu Kecamatan Butuh (9 desa), Kutoarjo (6 desa, 3 kelurahan), Bayan (3 desa), Banyu Urip (7 desa), Purwodadi (20 desa), Ngombol (7 desa), Bagelen (1 desa).

 

5. Beberapa Potensi Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan

Fauziah Hernawati menambahkan, ada beberapa potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangunan jalan tol ini, seperti banjir, menurunnya kualitas air permukaan/air sungai, kebisingan, menurunnya kualitas udara, dll, tetapi semuanya sudah disiapkan antisipasi dan pengelolaannya. 

"Nanti juga akan ada rest area yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan investasi, ekonomi, pariwisata, dan sektor UMKM serta lainnya. Selain itu juga memberi prioritas kesempatan kerja terhadap masyarakat sekitar proyek. Apabila ada relokasi penduduk tetap memperhatikan aspek sosiologis dan kenyamanan penduduk", ujarnya.