Pembangunan Gedung SMP Islam MY Habiebie, Siap Cetak Generasi Emas Dari Desa

Pembangunan Gedung SMP Islam MY Habiebie, Siap Cetak Generasi Emas Dari Desa

Reviens.id, Purworejo - Setelah sukses membangun SD Islam MY Habiebie, kini pembangunan  SMP Islam MY Habiebie dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama, di Desa Kroyolor Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, (19/7).

Tepat 1 Muharam 1445 H prosesi awal pembangunan gedung sekolah lanjutan ini diharap membawa berkah buat warga sekitar, maupun masyarakat luas pada umumnya.
 

Hadir sebagai tamu undangan pejabat Forkompimca Kemiri atau yang mewakili, warga sekitar serta Komite Sekolah SD Islam MY Habiebie. Dibuka dengan bacaan tahlil dan ayat suci Al Qur’an oleh agamawan, prosesi berjalan khidmat. 

Pembina Yayasan Islam Muhammad Yunus Habiebie (YPI MY Habiebie), H. Amat Yunus, dalam sambutannya di depan para tamu undangan menyatakan bahwa pembangunan gedung sekolah ini tak lepas dari misi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Para pahlawan dan founding fathers telah berjuang lewat jihad menjual jiwa dan raga demi kemerdekaan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta. 
 

Sebagai wujud syukur  hidup di negara merdeka, dirinya senantiasa mengajak untuk mewujudkan cita-cita luhur pahlawan bangsa.
 

“Hari ini ...kita yang hadir di sini..mari niatkan misi mulia ini..dengan bismillah lillahi ta’allah..Hanya karena Alloh SWT..Kita berjuang sebagai pahlawan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa!” kata Yunus penuh semangat.
 

Salah satu alternatif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah mengajak partisipasi masyarakat, diantaranya dengan menyelenggarakan pendidikan yang disebut sebagai sekolah swasta.

 


 

“Kami menyadari untuk mendidik generasi penerus bangsa, tak bisa dilakukan sendiri, sehingga perlu bersatu padu dalam sebuah team work.” tambah Yunus kepada Reviens.id.
 

YPI MY Habiebie menggandeng beberapa kolega yang punya misi dan visi mulia yang sama. Diantaranya, H. Abdul Rasyid Madjid, Hj. Ratnasari Wijayanti yang sudah dikenal Yunus puluhan tahun, bahkan pernah menjadi atasannya saat berdinas di Bank Indonesia Jakarta.

Yunus juga mengajak Suparno dan Retno Dumilah, suami istri, saudara kandungnya asli Desa Kroyolor yang rela mewakafkan tanah warisan leluhurnya untuk proyek mulia pengembangan YPI MY Habiebie.
 

Yunus senantiasa melakukan sharing dengan para ustadz, dosen dan tenaga pendidik yang berkompeten di bidangnya.
 

“Saya terlanjur jatuh cinta dengan Desa Kroyolor ini..mungkin  digerakkan getaran yang se-frekwensi dengan junior saya, Yunus yang punya kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam membangkitkan lembaga pendidikan.” ganti Abdul Rasyid Madjid angkat bicara. 
 

Awalnya dirinya berniat membangun lembaga pendidikan di tanah kelahirannya Madura, namun Jawa potensi tumbuh kembangnya nya lebih menjanjikan. 
 

Pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Salah satu syarat dan indikator untuk bersaing dengan negara maju tak lain lewat pendidikan. Dirinya melihat kenyataan yang ironis terkait dunia pendidikan yang ada di Indonesia.

Menurut data dari United Nations, Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk hampir 280 Juta, yang meraih sarjana hanya 6%. 
 

“Miris dan ironis, kita masih kalah dibanding negara tetangga..Malaysia, Singapura dan Thailand...bahkan untuk Pasca Sarjana dan Doktoral (Phd) hanya 0,02%...bisa dihitung dengan jari!” tambah Rasyid.
 

Dirinya dan Yunus punya niat dan tekad sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu pembeda sekolah ini adalah mengusahakan bantuan comperatif advantage sehingga anak-anak di sekolah ini juga punya skill dan kelebihan saat menyambut era milenium dan masa depan yang lebih futuristik.

 


 

“Yang orang tuanya kurang mampu akan ditolong dengan subsidi silang ..materi pelajaran Islam tak mampu cross sunsidi silang, 20% materi pelajaran Islam dibanding sekolah lain akan menjadi pencapaian yang paripurna, berakhlak dan adab yang baik, juga punya kemampuan akademik formal.” 
 

YPI MY Habiebie masih membuka peluang tenaga kerja baru lewat rekruitmen tenaga pendidik, staf, dan penjaga sekolah  sampai 31 juli 2023.
 

SD Islam MY Habiebie yang sudah lebih eksis sampai saat ini memiliki  105 siswa dari  berbagai wilayah kecamatan, Kutoarjo, Kemiri, Pituruh, dan Butuh. 
 

Bangunan Gedung SMP Islam MY Habiebie yang lokasinya tak jauh dari SD nya, nantinya berdiri atas dua lantai, memiliki 12 kelas, 1 Masdjid, 1 Ruang Lab lengkap dengan perpustakaan, kantin Aula, dan ruang guru. Dari sini diharap proyek mulia mencetak bunga bunga bangsa dimulai dari Desa Kroyolor.(agam)