Kopi Purbayan Seharusnya, Jadi Pilihan Utama Dalam Ritual Minum Kopi Dalam Film (KKN di desa Penari)

Kopi Purbayan Seharusnya, Jadi Pilihan Utama Dalam Ritual Minum Kopi Dalam Film (KKN di desa Penari)
Kopi Purbayan Seharusnya, Jadi Pilihan Utama Dalam Ritual Minum Kopi Dalam Film (KKN di desa Penari)

Reviens.id, Bekasi - Dilihat dari google trend bahwa data yang tercatat disana, pencarian yang terjadi dalam mesin pencari di Indonesia didominasi film horor KKN di desa penari. Hampir semua kanal berita atau media online menulisnya, hingga dalam beranda google berita penuh dengan tulisan mengenai film tersebut.

 

Dalam film KKN di desa penari kopi sangat identik dengan ide cerita yang dikembangkan oleh penulis cerita film. Kopi menjadi antitesa dari semua adegan, bukan hanya itu saja bahkan menjadi sentral. Kopi terikat sangat erat denga cultural masyarakat Jawa, khususnya dalam menghargai dan menghormati semua mahluk yang hidup berdampingan dengan manusia. Kopi selalu dekat hubungannya dengan nilai spiritual, mistik hingga menjadi penghubung antara dunia kasat mata dan tidak kasat mata.

 

Tapi pertanyaannya, kenapa kopi Purbayan belum menjadi pilihan untuk ritual minum kopi di film ini? Simpel jawabanya, karena belum seterkenal kopi kapal api.

 

Beberapa kali terekam dan sangat epic dalam pengambilan video mengenai kopi dalam scene film KKN di desa penari. Misalnya saat Mbah Buyut menyuguhkan kopi pada Nur dan Widya dalam ritual minum kopi, sebagai penanda.

 

Kopi benar-benar mengambil peran sangat besar dimana apabila kopi terasa pahit, berarti orang yang bersangkutan tidak sedang disukai oleh mahluk lelembut. Tetapi apabila kopi terasa manis, berarti ia sedang menjadi incaran bangsa halus.

 

Dalam benakku, andai saja para pembuat film itu sekaligus punya gagasan untuk ikut menaikkan kelas UMKM misalnya tentang kopi dan ada audisinya atau casting produk tentunya akan sangat membantu bagi pelaku UMKM yang kebanyakan dari mereka memang sulit untuk mendapatkan impresi dari interaksi sosial secara online maupun offline. 

 

Kopi Purbayan salah satunya, kopi dengan jenis liberika paling enak yang pernah aku dengar sendiri dari penikmat kopi. Secara keseluruhan masih sulit untuk mendapatkan pasar yang stabil dan tepat. Kopi Purbayan merupakan produk UMKM dari Purworejo secara kualitas terbaik dijenisnya yaitu liberika.

 

Andai saja kopi yang mereka minum dan ada dalam scene video itu adalah kopi Purbayan tentunya akan merubah pola ekonominya dan dalam pemasaran dapat meningkat permintaan konsumen.

 

Tetapi itu hanya sebagai shortcut saja, pada kenyataannya UMKM memang harus mempunyai daya survive yang tinggi. Dan yang perlu dilakukan adalah mempertahankan rasa, membenahi administrasi, berinovasi secara terus menerus dan paling penting memperkenalkan produknya semakin militan.

 

Kopi Purbayan akan menemukan jalannya, karena program-program yang dijalankan bukan semata-mata untuk produksi saja tetapi mulai berelaborasi dengan masyarakat sekitar dengan memberdayakan perempuan sebagai tenaga untuk mensortir kopi dan memanen kopi.

 

Walaupun memang belum dapat menyerap banyak pekerja, tetapi setidaknya dengan ketulusannya kopi Purbayan telah bermanfaat bagi orang sekitar.

 

Kopi yang mempunyai tagline kopin nyaman dari hati, dan mempunyai komunitas penikmat kopi yang mengatasnamakan teman sehati ini akan terus bergerak maju.

 

Demi terwujudnya cita-cita yaitu menjadi produsen kopi liberika terbesar dan terenak di kota lokal, Purworejo. Dan bukan hanya itu saja, suatu saat akan dapat ekspor ke mancanegara dan membuat harum minimal pada desanya.

 

Memang dalam mengembangkan brand bukan hanya produk saja yang mendapat perhatian lebih. Tetapi semua lini terkait termasuk dalam mempelajari digital marketing, administrasi, hubungan psikologi terhadap konsumen.

 

Alangkah senangnya ketika produk atau brand menemukan sesorang yang mempunyai kemampuan untuk sembang dalam mengatur semuanya itu. Sukses itu terserah-terserahnya Tuhan, manusia hanya punya batas telaten dalam prosesnya.