Ingin Punya Mental baja, Twitteran Aja Kayak Safa

Ingin Punya Mental baja, Twitteran Aja Kayak Safa

Illustrasi: Pixabay

 

Dalam hidup ini banyak sekali hal-hal yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Bukan hanya sekedar makan, atau minum tetapi unsur-unsur lainnya juga harus dipenuhi. Misal kesehatan fisik, kesehatan jiwa, sampai pada ketahanan mental.

 

Nah yang terakhir ini mengenai ketahanan mental pada waktu belakangan mempunyai peran yang tidak kalah pentingnya dengan kesehatan. Bahkan dalam berbagai aktivitas kata "mental aman" menjadi salah satu kata yang paling sering digunakan, saat bermain game, atau membuat status di sosial media?

 

Twitter menurutku secara pribadi adalah sosial media yang dapat membentuk mental sekuat baja, kenapa bisa begitu? Melihat dari apa yang ada, setiap akun pada Twitter itu mempunyai kebebasan dalam menuliskan opininya.

 

Dan apa yang terbentuk merupakan bentuk kebebasan dalam berekspresi. Seperti ini contohnya, saat seseorang membuat tweet atau konten dan disana terjadi perdebatan atau ketidakcocokan maka akan timbul berbagai tanggapan yang sifatnya negatif sama positif berimbang. Kemudian kalau ia dalam menyampaikannya kurang tepat maka ia akan dicecar, dibuly, dll.

 

Orang yang mempunyai mental baja ia tidak akan menanggapinya secara serius, ia akan berusaha untuk memahami dan mengerti bagaimana hidupnya ini telah berjalan. Makanya kalau mau tau mentalnya lemah atau kuat, harus nyobain main Twitter, biar tau rasanya dibuly di media online bar-bar ini. Hanya sekedar saran saja.

 

Baru saja salah satu pengguna, sebut saja Safa menjadi trending topik di Twitter. Dari penjelasan yang terhimpun, hanya disebabkan karena ucapannya telah membuat tidak nyaman salah seorang fans dari K-Pop.

 

Hal itu menjadikan sebuah keributan yang ramai, dalam satu sesi disebutkan juga salah satu dari pengguna telah mengancamnya sampai ke meja hijau. Bukan hanya itu saja, tetapi sampai pada ancaman yang membawa nama keluarga.

 

Tetapi hal semacam ini bukanlah hal yang istimewa, atau sesuatu hal yang baru. Banyak tweet yang ada menggunakan kata-kata yang sangat bebas. Bahkan kata g*bl*g atau a*ji*g dll itu sudah sangat biasa di Twitter, kalau gak ada kata itu brarti anda sedang tidak bermain di Twitter hehe.

 

Memang secara tidak langsung hal semacam ini menjadikan nilai tersendiri untuk manfaat secara pribadi. Salah satunya ya ketahanan mental itu. Kalau nggak tahan ya jebol mentalnya. Jadi seperti dua mata pisau, sama-sama tajam.

 

Kebanyakan warga Twitter sudah kebal dengan habitat yang seperti itu, istilahnya sudah mempunyai DNA untuk dapat bertahan dalam kondisi apapun, dalam artian mental. Tetapi bagi yang baru mengenal dunia Twitter akan sangat berbahaya, ia akan jatuh mentalnya dan bukan tidak mungkin akan terjadi trauma yang dapat mengguncang kejiwaannya. Saran aja bagi kalian yang masih awaw dalam dunia Twitter, bisa untuk memahami dulu bagaimana habitat dan ekosistemnya.

 

Setiap hal yang ada di dunia ini akan selalu mempunyai baik dan buruk, sama halnya dengan penggunaan sosial media. Dilain sisi akan menambah wawasan, ilmu baru, habitat baru dan kebermanfaatan baru lainnya.

 

Tetapi disisi lainnya juga telah siap hal-hal yang berkebalikannya. Yang paling bijak adalah mempunyai etika dan adab dalam melakukan apa pun yang ada di dunia ini. Karena yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lain, hanyalah akal pikiran, etika dan adab.